Tuesday, July 24, 2012

CARA TUHAN


Apa yang aku benci dan cinta...
Adalah bahwa Tuhan sendiri punya cara...
Untuk memperlihatkan jawab atas "tanya"...
Kebenaran yang sekian lama ditutupi "siapa"...

Sungguh sangat berat bergelayut di dada...
Walau rasa ada sebelum datang "nyata"...
Sebab dasarnya kita memang manusia biasa...
Bukan seperti tuhan yang serba "maha"...

Hanya kau "bintang"ku, tak seperti di sana...
Tuhan tahu, mungkin itu pula alasan "mengapa"...
Dirinya lalu lari dengan bermacam cara...
Berbagai pembenaran dicari pun dia jadikan dewa...

Aku tak sanggup menahan marah yang ada...
Tapi kau redakan itu dengan rindu akan tawa...
Tuhan tahu, kau selalu saja membuat aku terpana...
Semoga itu karena kau siap menghadapinya...

Tak perlu kau ragu dengan "apa"...
Sebab di mana-mana ternyata Tuhan ada...
Tinggal tersisa asa, kuat atau tidak kita...
Dengan ikhlas dan sabar melalui itu semua...

(Malang, 24 Juli 2012, 01:52 wib)

Thursday, July 19, 2012

KOSMETIK


Menerawang, otak berputar diotak-atik…
Pada sahabat, meminjam pemantik…
Tik..tik...tik...tik...
Suaranya semoga sampai pada si ghotik!

Titik...titik...kolom isian terketik…
Ku isi saja dengan bayang paras cantik…
Titik..titik...berjajar rapih bagai itik…
Pelan-pelan saja, seperti pesan sang pelukis batik…

Dalam sendiri, berselimut semangat patriotik...
Mencari yang "otentik" bukan yang "kosmetik"...
Ternyata bukan seperti matematik...
Lebih dari sulit, aku jadi tak berkutik!

Hari berlangit hujan rintik...
Berkaca sendiri pada genangan…
Apa kurang kharismatik?
Membuat hati jadi tergelitik...
Spontan, kumuntahkan saja kata...
Juangkrik!

(Malang, kamis wage 19 juli 2012, 01:10 wib)

Saturday, July 7, 2012

JANGAN BILANG KAU PEDULI!


Jangan bilang kau peduli...
Jika matamu jadi penyaksi…
Tapi buta, kala mereka dikejar petugas berseragam kesana kemari!

Jangan bilang kau peduli...
Jika telingamu jadi penyaksi...
Tapi tuli, kala mereka menangis mencari pelukan dan tetek ibunya sendiri!

Jangan bilang kau peduli...
Jika mulutmu jadi penyaksi...
Tapi bisu tak berkata, kala mereka dipukuli atau disodomi!

Jangan bilang kau peduli...
Jika otakmu jadi penyaksi...
Tapi tak berfikir, mati, kala mereka mencari jati diri!

Jangan bilang kau peduli...
Jika hatimu jadi penyaksi...
Tapi tak bernurani, kala mereka dihadapkan pada kenyataan tak berkompromi!

Jangan bilang kau peduli...
Jika kakimu jadi penyaksi...
Tapi diam mematung, kala mereka tak kuat melangkah jalani hari sebagai anak pertiwi!

Jangan bilang kau peduli...
Jika jemarimu jadi penyaksi...
Tapi tak kuat merangkul hangat, kala mereka butuh pemersatu rasa, sama-sama anak negeri!

(Malang, 07 juli 2012, 20:49 wib)

15-AN UBLIK


15-an ublik satu persatu menyala temaram...
Perlahan membuat aku tenggelam...
Semakin lama semakin dalam...
Masuki pelukan kekuasaan sang alam malam...

Lembut asap tipisnya berulang menamparku...
Hadirkan wajah-wajah anak-anak negeriku...
Tak tentu namanya, asalnya pun ku tak tahu!
Tapi ada!
Tapi nyata!
Di tengah kotaku?!

Saat tak sedikit mengeluh hanya berlauk tahu dan tempe...
15-an ublik  menyantap usus ayam dan lele!
Saat meledak ribut-ribut soal minyak tanah, BBM dan El-Pe-Ge...
15-an ublik  memilih ranting kering, bijak bukan kere!

Saat banyak mata curiga di tiap rumah kawasan elite...
15-an ublik ikhlas tebarkan senyum kebersamaan, tak pusing pikirkan uang DePe!
Saat orang berduit bingung pilih hotel berbintang dan ber-ACe...
15-an ublik beratap jutaan bintang, segarnya bayu belai tidur tanpa tampilan parlente!

15-an ublik bagai anak negeri...
Tertidur di banyak pilihan teras kota ini!
15-an ublik bagai anak negeri...
Hangat diselimuti pelukan ibu pertiwi!

15-an ublik bagai anak negeri...
Merajut banyak asa tak pernah mau sendiri!
15-an ublik bagai anak negeri...
Subuh bergerak wujudkan mimpi-mimpi!

(Malang, 07 juli 2012, 19:51 wib)